Secara normal di tubuh kita terjadi suatu tahapan yang disebut remodeling tulang, yaitu suatu proses pergantian tulang yang sudah tua untuk diganti dengan tulang yang baru. Hal ini sudah terjadi pada saat pembentukan tulang mulai berlangsung sampai selama kita hidup.

Proses Remodelling tulang tersebut dapat digambarkan seperti gambar dibawah ini :

Setiap saat terjadi remodeling tulang di tulang manusia. Proses remodeling ini dimulai dengan terjadinya resorpsi atau penyerapan atau penarikan tulang oleh sel tulang yaitu OSTEOKLAS, kemudian tulang yang sudah diserap itu tadi akan diisi oleh tulang yang baru dengan bantuan sel tulang yang bernama OSTEOBLAS. Kejadian ini adalah suatu keadaan yang normal, dimana pada saat proses pembentukan tulang sampai umur 30-35 tahun, jumlah tulang yang diserap atau diresorpsi sama dengan jumlah tulang baru yang mengisi atau menggantikan sehingga terbentuk PUNCAK MASSA TULANG.

Tapi setelah berumur 35 tahun keadaan ini tidak berjalan dengan seimbang lagi dimana jumlah tulang yang diserap lebih besar dari jumlah tulang baru yang menggantikan. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya penurunan massa tulang yang berakibat pada OSTEOPOROSIS.

Bagian tubuh mana yang sering terkena Osteoporosis ?

  1. Tulang Punggung
  2. Tulang pergelangan tangan
  3. Tulang pangkal paha

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab atau faktor-faktor yang beresiko terkena osteoporosis, antara lain:

  • Post menopause
  • Kekurangan hormon estrogen
  • Mengalami pengangkatan rahim / ovarium
  • Kurang kalsium
  • Kurang sinar matahari dan kurang vitamin D
  • Kurang aktifitas fisik
  • Histori keluarga ada yang osteoporosis
  • Orang asia lebih beresiko dibanding orang eropa
  • Perokok

Menurut Penelitian : 24 % dari Wanita umur 40-59 tahun sudah mengalami osteoporosis dan 62 % dari wanita berumur 60-70 tahun mengalami osteoporosis

Mengapa wanita lebih berisiko osteoporosis dibanding pria??

Wanita memiliki hormon estrogen yang dihasilkan setiap mengalami siklus menstruasi, dimana hormon ini merupakan suatu hormon yang berfungsi sebagai PELINDUNG TULANG. Jadi bagi wanita yang mengalami gangguan siklus haid berisiko mengalami osteoporosis. Bila wanita mengalami MENOPAUSE yaitu suatu fase dimana wanita sudah tidak bisa haid lagi, maka hormon estrogen sama sekali tidak bisa dihasilkan. Hal ini akan mengakibatkan tidak adanya hormon yang melindungi tulang, sehingga tulang mudah patah.

Biasanya orang baru menyadari terkena osteoporosis setelah mengalami PATAH TULANG (FRAKTUR). Untuk itu bila diantara kita mempunyai faktor risiko terkena OSTEOPOROSIS cegahlah dari sekarang biar nanti jangan menjadi fatal.

Deteksi Dini Osteoporosis Karena osteoporosis merupakan suatu penyakit yang biasanya tidak diawali dengan gejala, maka langkah yang paling penting dalam mencegah dan mengobati osteoporosis adalah: Pemeriksaan secara dini untuk mengetahui apakah kita sudah terkena atau belum OSTEOPOROSIS, sehingga dari pemeriksaan ini, kita akan tahu langkah selanjutnya.

Bagaimana cara Pemeriksaan Dini Osteoporosis?

Untuk mengetahui apakah kita terkena OSTEOPOROSIS atau tidak, maka kita perlu mengetahui keadaan MASSA TULANG kita dari sekarang.

Ada tiga cara pemeriksaan dini Osteoporosis :

  1. DENSITOMETRY
  2. LABORATORIUM
  3. RADIOLOGI

Di antara ketiga pemeriksaan di atas, DENSITOMETRY merupakan pemeriksaan yang paling akurat karena yang diukur adalah MASSA TULANG.

ada pengukuran dengan alat DENSITOMETRY, si pasien akan diukur BMDnya.

BMD itu adalah ukuran kepadatan tulang. Angka BMD -1 sampai Positif = NORMAL

Angka BMD -1 s.d -2,5 = OSTEOPENIA

Angka BMD dibawah -2,5 = OSTEOPOROSIS

Dari pengukuran BMD ini kita bisa mengantisipasi untuk hal-hal yang lebih parah dengan prinsip:

    • Bila BMD kita NORMAL, maka usahayang kita lakukan adalah mempertahankan agar tetap NORMAL
    • Bila BMD kita OSTEOPENIA, kita harus terapi atau obati agar menjadi NORMAL Bila BMD kita OSTEOPOROSIS, kita harus obati
    • agar jangan menjadi parah yang bisa mengakibatkan tulang patah Pencegahan Osteoporosis Kalsium yang cukup, kira-kira 800-1200 mg per hari
    • Vitamin D3 yang cukup Kalsium dan Vit. D3 bisa didapatkan dari bahan makanan tapi untuk lebih praktis dan dengan dosis yang tepat, di pasaran sudah beredar EPOCALDI dengan kalsium dan Vit. D3
Jenis Makanan Kandungan Kalsium(mg/100)
Susu Kambing 98
Susu Kerbau 216
Susu bubuk (full cream) 895
Susu bubuk skim 1.300
Keju 777
Kacang kedelai basah 196
Kacang kedelai kering 227
Kacang tanah 730
Tempe kedelai 129
Tahu 124
Daun lamtoro 1.500
Daun Kelor 440
Bayam merah 368
Bayam hijau 267
Daun talas 302
Daun melinjo 219
Rebon Segar 757
Udang kering 1.209
Udang segar 136
Teri kering 1.200
Teri segar 500
  • Olah raga yang teratur
  • Hindari merokok, minuman alkohol dan kafein(kopi)
  • Melakukan pemeriksaan tulang untuk mengetahui osteporosis secara dini

Makanan Tinggi Calcium, Vitamin C dan Protein

    • Susu dan Daging Hewani, pilih yang rendah lemak
    • Sayur-sayuran segar
    • Buah-buahan segar seperti jeruk
    • Ikan termasuk tulang-tulangnya

      Pengobatan Osteoporosis

      Tujuan Pengobatan Osteoporosis

      1. Meningkatkan kepadatan tulang
      2. Mencegah terjadinya patah tulang Osteoporosis
      3. Menjaga keseimbangan metabolisme tulang
      4. Mengembalikan kualitas tulang

      Ada beberapa standard pengobatan Osteoporosis, yaitu :

    • Kalsium dan Vitamin D3
    • Terapi Hormon Pengganti Pada Wanita Menopause
    • Golongan Bisfosfonate : Alovell. Alovell spesifik bekerja menghambat sel osteoklast yang menyerap dan meresorpsi tulang (ingat... kalau osteoporosis terjadi karena aktifitas penyerapan tulang lebih besar dari pembentukan, sehingga penyerapan tulang ini harus dihentikan, dan obat yang berfungsi untuk menghentikan dan menghambat penyerapan tulang ini adalah ALOVELL
    • Olah Raga yang cukup. Prinsip Olah raga:
      • Pemanasan : 5 - 10 menit
      • Bertahap
      • Rutin
      • Cooling down : 10 - 15 menit
      • Minum yang cukup.